foto1
Travel Umrah Depok | PT. Nawazain Wisata
foto1
Travel Umrah Depok | PT. Nawazain Wisata
foto1
Travel Umrah Depok | PT. Nawazain Wisata
foto1
Travel Umrah Depok | PT. Nawazain Wisata
foto1
Travel Umrah Depok | PT. Nawazain Wisata

081310436217
nawazainwisata@gmail.com
Pendaftaran Umrah



Sertifikat BPW

SERTIFIKAT BPW NAWAZAIN WISATA

Konsultasi & Pendaftaran Umrah

 

AGUS
0813 1043 6217 
0812 8878 7980

Paket umroh murah ternyata beresiko sangat besar

Beberapa minggu terakhir ini kita disuguhi oleh berita bahwa kementerian agama akan mengambil alih pengelolaan umroh. Walaupun pada akhirnya dianulir oleh menteri agama melalui siaran pers nya, kebijakan itu menuai pro dan kontra dari masyarakat luas terutama dari penyelenggaranya.

Salah satu alasan pemerintah yang mendasari pengambil alihan ini adalah ramainya penipuan yang terjadi dari travel umroh bodong. Hitungan sederhana dari website media nasional menunjukkan bahwa setiap bulannya ada ribuan calon tamu Allah yang tertipu.

Padahal yang muncul di media sebenarnya pasti hanya puncak gunung es. Gunung es nya jauh lebih besar lagi, alasannya sederhana, travel umroh bodong biasanya menggandeng tokoh agama (cth:ustadz) untuk memasarkan produknya. Tentunya, jika ada masalah hampir tidak mungkin masyarakat akan melaporkan tokoh tersebut ke polisi kan ?

Anehnya, masyarakat nampaknya masih belum belajar dari ratusan kejadian yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir ini padahal modus penipuan umroh ini sudah terjadi sejak tahun 90an atau bahkan lebih awal lagi.

Untuk memahami apa sebenarnya yang terjadi, saya mencuplik diskusi kami dengan salah satu agen travel umroh yang cukup terkenal. Wawancara aslinya ada di laman fb ini

Kenapa Paket Umroh (Sangat) Murah Biasanya Harus Mengantri ?

Ini adalah diskusi kami dengan salah satu rekan kami yang menyelenggarakan umroh dengan biaya murah sekali. Sebut saja TA (beberapa diskusi saya potong, ada beberapa teks yang lupa, tulisan ini agak panjang tapi Insya Allah masih akurat dan relevan)

Ikhram : Assalamualaikum, apa kabar mas ?
TA : Waalaikumsalam, kabar baik, bagaimana bisnis ?

Ikhram : Alhamdulillah, selalu diberikan kemudahan oleh Allah
TA : Masih menjalankan bisnis website umroh ya ?

Ikhram : Masih, mas sendiri masih di bisnis travel umroh ya ?
TA : Masih, bahkan semakin berkembang dengan model pemasaran baru

Ikhram : Oya, model pemasaran baru bagaimana ya ? *pura pura penasaran
TA : Begini, sekarang sedang musim paket umroh murah yang modelnya antrian (sambil mengeluarkan brosur), jadi bayarnya sekarang tapi berangkatnya harus ngantri tahun depan (?!). Jadi hanya bayar sekian belas juta saja.

Ikhram : Ooo, jadi berangkatnya mengantri ya ? bukankah sebenarnya untuk umroh itu tidak perlu ngantri ya mas ? Visa kan terbitnya tidak terlalu masalah.
TA : Oh, jadi begini ceritanya, kita ini ada niat untuk memberangkatkan semua umat yang punya kemampuan ekonomi terbatas, jadi kita buat paketnya murah banget, supaya terjangkau.

Ikhram : (sambil membaca brosur) Alhamdulillah, oya mas, ini kan harga modalnya aja gak ketutup. mana bisa jalan kalau begini ?
TA : iya, jadi kita sistemnya subsidi silang.

Ikhram : (muka polos) Oh, tapi ini kan brosur untuk umum ya, semua pasti beli pakai harga ini, jadi siapa yang subsidi ?
TA : begini mas, selisih harganya (beserta untungnya?) itu kita tutup dari rombongan yang daftar setelahnya.

Ikhram : Jadi harus ada rombongan baru terus dong mas, kalau stop jadinya gimana mas yang rombongan yang datang belakangan?
TA : Alhamdulillah belum pernah terjadi mas, soalnya kan yang berangkat itu pasti cerita ke temen temennya kalau bisa berangkat dengan harga murah. Pasti banyak yang tertarik, apalagi orang kampung mas, bisa ngantri ke kita, hahahha

Ikhram : Oya lupa, tadi kenapa harus mengantri mas, afwan kayaknya saya kurang menyimak.
TA : Jadi itu sudah ada itungannya mas, sudah kita hitung kalau antri sekian bulan, itu biasanya ada sekian orang yang datang untuk nombokin selisih harganya. Lagipula kan yang minat umroh itu kan banyak mas, jadi kita engga khawatir bakal kehabisan.

Ikhram : Omong omong, kan mas bironya masih dalam pengurusan ijin ya (padahal saya tahu engga diurus), gimana bikin orang percaya mas ?
TA : Ya, orang indonesia mana peduli gituan mas, yang penting berangkat. Awalnya sih kita ajak ustad ustad, orang penting. Supaya orang percaya. Trus kita pasang namanya di brosur, wis(sudah) Insya Allah barokah gitu kita bilang ke orang hehehe. Tapi kembali lagi mas, kita kan engga ada niat tipu tipu, jadi ya sah sah saja dong smile emoticon

Ikhram : Andaikata nih mas, Naudzubillah ternyata sistemnya putus ditengah, jadi banyak dong yang antri tapi engga bisa berangkat.
TA : Ya, kita kembalikan ke Allah mas, toh kita niatnya sudah berangkatkan orang umroh, itu yang penting mas.

Ikhram : Tapi yang gagal berangkat nanti banyak dong mas, kan mereka subsidi yang berangkat duluan ?
TA : Makanya bantuin jualin dong mas, biar engga putus rantainya.

Ikhram : Pikir pikir dulu deh mas, Wassalam (tepok jidat diam diam sambil pergi jauh jauh)

Jadi dari diskusi tersebut, saya bisa menarik kesimpulan…

1. Tidak ada yang namanya umroh murah (banget) tanpa resiko
2. Resiko biasanya ditanggung oleh yang daftar belakangan, mirip seperti money game.
3. Kalau kemudian gagal memberangkatkan, travel umroh/pihak ybs tidak akan mampu bertanggung jawab.
4. Yang gagal berangkat nanti akan jauh lebih besar daripada yang sukses berangkat.
5. Produk jenis ini memanfaatkan kesukaan masyarakat Indonesia untuk jalan pintas (tapi tidak jelas ini sebenarnya permainan atau “kecerdikan”)

Untuk memahami apa motif biro menjual paket umroh  dengan harga super murah kita harus memahami seberapa besar biaya umroh dari paket umroh yang wajar, dengan mendetailkan struktur biaya dari masing masing komponennya. Secara umum, komponen biaya umroh adalah transportasi udara, penginapan/akomodasi, transportasi lokal, katering, muthawif / local handling, visa dan keuntungan biro

1. Transportasi udara

Besaran biaya transportasi udara biasanya bergantung dari beberapa faktor yaitu jenis maskapainya (full service, medium atau LCC), waktu keberangkatan, harga minyak dunia dan banyak hal lainnya. Secara umum, biaya maskapai full service adalah US$1.100 keatas, medium US$900 keatas dan LCC di US$700 keatas.

2. Penginapan / Akomodasi

Biaya untuk fasilitas ini di Tanah suci paling rendah adalah sekitar 100 US$ untuk penginapan 6-7 hari per kepala untuk fasilitas sekelas apartemen / flat. Untuk hotel bintang 3 sekitar US$200, bintang 4 sekitar 300US$ dan bintang 5 diatas 400US$.

3. Transportasi lokal

Untuk transportasi lokal, biaya standar untuk penyewaan bis yang mengikuti sekitar US$100 untuk bis AC dengan fasilitas paling rendah.

Ada juga pilihan untuk menggunakan SAPTCO (seperti DAMRI) yang menyediakan fasilitas bis antar kota (Jeddah, Makkah, Madinah) dengan biaya sekali jalan sekitar US$15.

4. Katering

Biaya sekali saji adalah sekitar 5-6 US$ per sajian. Mengasumsikan bahwa jamaah harus makan 21 kali dalam waktu 7 hari maka biaya paling sedikit yang harus dikeluarkan tidak kurang adri US$100

5. Muthawif/Local Handling

Untuk muthawif, full service besaran biayanya adalah sekitar US$100 selama 8 hari.

6. Visa

Biaya visa bervariasi antara 35 US$-70 US$ bergantung musim.

7. Keuntungan Biro

Komponen biaya ini tidak ada standarnya, tapi tentu saja sulit kita bisa bayangkan ada biro yang keuntungannya hanya dibawah 5% dari biaya dasar

Selain biaya biaya tersebut, masih ada komponen biaya lain seperti pengurusan pasport, toolkit (kaos, seragam, buku) yang seringkali merupakan tanggung jawab pribadi.

Dengan hitungan tersebut, maka biaya umroh minimal untuk paket umroh dengan level fasilitas terkait adalah

i. Non Bintang : US$1200

ii. Bintang 3 : US$1400

iii. Bintang 4 : US$1600

iv : Bintang 4 : US$1900

Dengan rate Dollar 14.000 tentu saja kita bisa mengasumsikan bahwa jika ada paket umroh yang dijual dibawah Rp17.000.000 tidak akan menutupi modal bisnis. Lalu kenapa masih banyak saja travel umroh yang menjual paket umroh dengan harga sangat murah ?

Apakah travel umroh yang menjual paket dengan harga sedemikian itu hanya sekedar promosi ? atau hanya gali lobang tutup lobang saja ?. Lalu juga kenapa banyak travel umroh yang menjual paket dengan harga miring menerapkan sistem antrian dengan alasan kuota ? Padahal beda dengan haji yang memiliki kuota, umroh tidak ada batasan sama sekali.

Apakah kita sedang menuju “kiamat” penyelenggaraan umroh dari data penulis, ada beberapa ratus ribu calon jamaah umroh masuk “daftar antrian” dengan model umroh murah seperti ini ?

Entahlah, Intinya, hati hati, jangan beresiko dalam ibadah umroh. Seperti ungkapan “thing that is too good to be true, probably is”

Tulisan asli dari kompasiana 

Sumber :

http://musmus.me/index.php/2015/12/21/ini-bahaya-dibalik-paket-umroh-murah/



Copyright © 2019 Copyright Travel Umroh Murah Depok | PT. Nawazain Wisata Rights Reserved.